doa mandi wajib

Islam merupakan agama yang paling sempurna. Karena selain mengatur tentang ibadah, Islam juga telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk tentang kebersihan. Dalam Al Quran terdapat ayat yang menjelaskan tentang kebersihan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Artinya : “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la : 14-17).

Mandi wajib atau mandi janabat merupakan salah satu konsep bersuci diri dalam ajaran Islam. Mandi junub atau mandi wajib merupakan cara bersuci dari hadats besar.

Bahkan, orang sedang junub tidak boleh melaksanakan sholat sebelum mandi wajib dan tidak cukup hanya dengan berwudhu saja.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pembuka sholat adalah bersuci, permulaannya adalah takbir, penutupnya adalah salam, dan tidaklah sah sholat orang yang tidak membaca Al Hamdulillah (Surat Al Fatihah) dan surat (dari Al Quran) baik dalam sholat wajib maupun sholat-sholat yang lainnya.” (HR. Tirmidzi) (No. 238 Maktbatu Al Maarif Riyadh) Shahih.

Tata Cara Mandi Wajib

  1. Niat Mandi Wajib

 

Berikut niat dan doa mandi wajib:

 

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhon lillahi ta’ala”

 

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala”.

 

  1. Membaca basmalah, dan ini hukumnya adalah sunnah.

 

  1. Lalu cuci tangan sebanyak 3 kali agar tangan bersih serta terhindar dari najis. Hukumnya adalah sunnah sehingga orang yang mandi janbah dan tidak mencuci kedua tangannya terlebih dahulu maka mandinya tetap sah. Karena yang wajib dalam mandi janabat adalah hanya niat dan membasuh seluruh badan.

 

Berkata Ibnu Qudamah:

 

“maka dengan ini kewajiban-kewajiban dalam mandi junub hanya dua perkara: niat dan membasuh seluruh badah.”

 

  1. Setelah itu, bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi denga menggunakan tangan kiri. Adapun bagian tubuh yang kotor itu diantaranya dubur, kemaluan, bawah ketiak, pusar dan lain sebagainya.

 

  1. Ulangi mencuci kedua tangan. Sesudah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan tersebut dicuci kembali. Caranya adalah dengan mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok, lalu dibilas dengan air langsung atau dicuci dengan menggunakan sabun baru dibilas.

 

  1. Setelah itu berwhudu seperti layaknya mau melaksanakan sholat. Ini hukumnya sunnah berdasarkan ijma para ulama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi:

Berwudhu hukumnya sunnah ketika mandi dan bukan syarat maupun wajib, ini adalah mazhab kami dan ini juga pendapat para ulama secara keseluruhan kecuali apa yang dihikayatkan dari Abu Tsaur Dawud bahwasanya keduanya menjadikannya sebagai syarat, begitu juga ulama kami menghikayatkan dari keduanya, dan Ibnu Jarir menukilkan ijma bahwsanya wudhu tidaklah wajib, dan dalilnya adalah bahwaanya Allh Ta’la memerintahkan untuk mandi dan tidak menyebutkan wudhu.”

 

  1. Kemudian menyela-nyela pangkal rambut dengan menggunakan jari tangan yang sudah dicelupkan ke air sebelumnya hingga menyentuh bagian kulit kepala.

 

  1. Lalu basahi kepala dengan cara mengguyurnya sebanyak 3 kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.

 

  1. Kemudian basahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari tubuh bagian kanan terlebih dahulu lalu bagian kiri.
Tata Cara Mandi Wajib
Ditag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *